3 Sistem Kegiatan Yang Dilakukan Oleh Anak SD Di Finlandia



Hallo sobat infoptn.id. Siapa sih yang gak kenal dengan negara yang satu ini (Finlandia), negara yang memiliki lambang perisai merah dengan singa berdiri ini merupakan negara yang saat ini disebut sebagai negara yang memiliki sitem pendidikan terbaik nomor 1 di dunia (saat ini).

Perlu diketahui bahwa Finlandia memiliki seleksi keguruan yang sangat ketat, sehingga dapat disimpulkan bahwa para guru disana sangat dihormati dan disegani. Beprofesi guru di Finlandia tidak dibayar murah begitu saja, bahkan bisa terbilang memiliki pendapatan yang lebih tinggi dari profesi guru di negara Amerika Serikat. Di sana untuk menjadi sang guru diwajibkan memiliki gelar magister, juga harus menyelesaikan pendidikan profesi, jadi tak heran jika pendidikan disana teratur rapih.

Mungkin diantara kamu pasti pada penasaran ya, Sistem Kegiatan apa yang dilakukan oleh anak SD di Finlandia?. dari pada nanti kamu bakalan penasaran terus menerus yuuk simak apa aja yang dilakukan anak SD di Finlandia.

1. Tanpa Adanya Pekerjaan Rumah (PR)

Percaya atau tidak di Finlandia sangat anti yang namanya tugas ekstra bagi pendidan jenjang dasar, karena pada dasarnya di jenjang pendidikan anak (sekolah dasar) ini akan diberikan waktu bermain (istirahat) yang lebih.

Dengan tanpa adanya pekerjaan rumah, orang tua murid menganggap para guru dan sekolah telah memenuhi sebagian besar dari apa yang dibutuhkan para siswa disana, baik orang tua murid, guru, dan sekolah bersepakat bahwa belajar ekstra di rumah dengan mengerjakan pekerjaan rumah tidak lebih penting(bahkan kurang penting) dari kebersamaan sang keluarga dan menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga tercinta, secara otomatis hal ini dapat membuat anak merasa sangat bahagia, apalagi dengan usia segitu sebagian besar anak-anak sangat senang yang namanya bermain.

2. Kerjasama Lebih Diutamakan

Kerjasama merupakan aspek penting untuk menyelesaikan perkerjaan dengan cepat, terlebih Pemerintah Finlandia memiliki peran yang sangat besar di sisi pengembangan ataupun pembiayaan, karena di Finlandia sana tidak ada intitusi pendidikan swasta, semuanya dibiayai dan ditanggung oleh negara. Maka dari itu tak heran pendidikan dasar pun sudah dilatih melakukan kerja sama, terlebih mengingat saat ini kerjasama team sangat diperlukan. Para guru disana dilatih supaya mampu membuat penilain para siswa baik standart internasional maupun nasional.

3. Belajar dan Bermain

Bermain dan belajar apakah harus seimbang? di Finlandia Untuk pendidikan usia dini dan sekolah dasar, waktu bermain tentunya lebih banyak dibandingkan dengan waktu belajar di kelas, mengingat usia segini adalah usia masa bermainya sang anak.

Finlandia juga mengharuskan para guru memberi siswa waktu bermain yaitu 15 menit untuk setiap 45 menit pengajaran. Hal ini merupakan bagian untuk mendudukan kembali posisi anak yang harus lebih banyak melakukan kegiatan bermain, bukan malahan diarahkan atau disuruh untuk menjadi penghafal dan beban berat ujian.

Nah sob mungkin itu ringkasnya, sebagian kecil sistem pendidkan di Finlandia  sudah diterapkan di Indonesia, semoga kedepanya sistem pendidikan dinegara Indonesia cepat berkembang ya, terlebih saat ini upaya pemerintah Indonesia sangat luar biasa untuk memajukan pendidikan dinegara tercinta ini.