IPK atau Aktif Organisasi? - Mana yang Lebih Penting



Sebenernya siapa sih yang akan lebih sukses ketika setelah lulus kuliah nanti? Mahasiswa dengan IPK tinggi atau mahasiswa yang aktif organisasi? Mungkin sebagian besar mahasiswa baru pasti merasa penasaran dong dengan jawaban ini, bahkan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya seperti, perlu gak sih ikut banyak organisasi? Perlu gak sih ikut kepanitiaan-kepanitiaan di kampus? atau harusnya belajar doang?!

Nah, kebetulan kali ini minfo mau bahas atau singgung sedikit mengenai pentingnya kuliah dan organisasi. Mungkin hanya sekedar berupa gambaran saja, tidak akan detail sekali mengenai penjelasannya, tapi semoga akan lebih mempermudah sahabat infoptn.id semua dalam memahaminya.

Pada umumnya memang para calon mahasiswa terkadang sulit menentukan dua pilihan tadi, mereka bingung antara mementingkan kuliah atau organisasi karena tentunya kedua hal tersebut merupakan hal yang sama-sama penting. Nanti bagaimanapun pilihannya itu pasti akan ada konsekuensinya tersendiri serta kalian harus menanggung risikonya terhadap apa saja yang menjadi pilihan kalian.

Kembali lagi ke tujuan awal, menjadi mahasiswa itu tujuannya untuk menuntut ilmu pengetahuan setinggi-tingginya serta dengan harapan ilmu tersebut kelak akan berguna ketika kalian dewasa nanti atau berguna ketika kalian melamar pekerjaan dan lulus tepat waktu.

Sering kali banyak yang menyebutkan bahwa kuliah saja tidak penting karena IPK tidak menjamin kalian mendapatkan pekerjaan yang bagus sesuai dengan nilai kalian. Sebab nyatanya sekarang perusahaan lebih mementingkan soft skill daripada IPK saja. Kalau misalkan punya IPK 3,9 atau bahkan 4 kalau soft skill dan gaya kepemimpinan kalian serta sikap kalian itu kurang bagus, ya kemungkinan besar kalian bakal ditendang dari perusahaan yang bersangkutan.

Namun sayangnya masih ada juga stigma negatif yang melabeli para mahasiswa yang lebih memilih istilahnya “kupu-kupu” atau kuliah-pulang kuliah-pulang. Padahal segala hal tidak harus selalu dimplementasikan dalam wadah organisasi, karena pada hakikatnya setiap orang punya fokus dan passionnya masing-masing. Mereka yang hebat dibidang X belum tentu hebat dibidang Y, dan seterusnya. Jadi, hanya karena kita tidak bisa hebat dalam salah satu bidang yang orang lain kuasai itu bukan berarti kita tidak bisa unggul dengan cara kita sendiri. Baik secara langsung ataupun tidak langsung kita hanya perlu mencari bidang apa yang kita sukai terus tumbuh dan berkembang dari sana.
Nah, ketika kalian memasuki dunia perkuliahan nanti, kalian akan menjumpai banyak sekali hal-hal yang bisa melatih kreativitas kalian, yang bisa melatih atau merealisasikan diri kalian menjadi sosok yang lebih baik lagi kedepannya. Pengembangan soft skill dan kreativitas tentunya disana akan kalian pelajari serta teamwork dan juga leadership. Apakah kalian tau semua hal itu ada dimana? Ya, itu semua pastinya ada didalam lingkup organisasi. Itulah alasan mengapa kuliah dan organisasi itu merupakan sama-sama hal yang penting.

Sekarang timbul pertanyaan, apa yang harus diprioritaskan antara kuliah atau organisasi kalau memang kedua hal tersebut memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan kita?
Tapi ternyata, kalian memiliki kesempatan untuk tetap bisa ikut keduanya lho. Kalian bisa kuliah dengan baik dan kalian juga bisa mengikuti organisasi dengan baik. Kenapa bisa seperti itu? Karena disini hal yang penting adalah time management kita sendiri. Bagaimana cara kita bisa mengatur waktunya, jika memang waktunya kuliah ya kuliah, kalau waktunya organisasi ya fokus di organisasi. Pada sebagian besar kampus pun kegiatan organisasi itu biasanya memang dilaksanakan setelah kegiatan kuliah berlangsung. Tapi, memang ada beberapa kegiatan yang bakalan mengganggu waktu kuliah kalian sih, misalkan seperti kalian ikut lomba di hari senin, nah itukan waktu hari kuliah, otomatis kuliah kalian akan terganggu. Nah, disinilah kebijakan kalian ditentukan, kalian tetap memilih lomba itu atau kalian tetap memilih kuliah? Silakan pilih dan putuskan sendiri.

Oke, semoga gambaran diatas sudah cukup jelas. Pada intinya tetap kembali kepada diri pribadi kalian masing-masing, baik itu mau memprioritaskan salah satunya maupun fokus keduanya dengan catatan harus bisa disiplin dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dipilih. Semoga bermanfaat.