Pentingnya Tidak Menjadi Mahasiswa "Kupu-Kupu" Saat di Kampus


Sebelum pandemi melanda, dari beragamnya kegiatan mahasiswa ternyata memunculkan istilah yang unik salah satunya diantaranya yaitu mahasiswa “Kupu-Kupu”. Istilah kupu-kupu ini untuk menyebut mahasiswa yang kurang bersosialisasi di kampus karena hanya mengejar nilai akademik saja.

Kupu-kupu sendiri merupakan kepanjangan dari kuliah-pulang, kuliah-pulang. Padahal biasanya mahasiswa dikenal aktif karena wajib mengikuti berbagai organisasi di kampus. Sebagian orang bilang salah dan sebagiannya lagi bilang boleh-boleh saja bahkan tidak peduli. Teman-teman yang bilang salah itu mungkin beralasan kalau misalkan menjadi mahasiswa kupu-kupu itu membuang kesempatan yang ada. Meski terkesan kurang baik, menjadi mahasiswa kupu-kupu juga punya beberapa sisi positif seperti dilansir dari Rencanamu.id yakni bisa lebih fokus belajar, cepat lulus, mempunyai kesempatan untuk mengembangkan hobi lebih dalam, serta ada waktu jika ingin memulai bisnis dan sebagainya.

Tidak salah memang, tapi sungguh sayang apabila mengingat banyak sekali keuntungan yang akan kamu dapat jika turut aktif dalam kegiatan diluar bidang akademik seperti organisasi ataupun himpunan. Disana kamu akan banyak belajar dan mendapat ilmu-ilmu baru yang tidak diajarkan pada saat kelas. Berikut ini beberapa hal yang kemungkinan besar akan kamu lewatkan jika memilih menjadi mahasiswa “Kupu-Kupu”.

1. Melatih Manajemen Waktu

Manajemen waktu merupakan strategi yang sengaja diatur dengan tujuan untuk mengelola seberapa banyaknya aktivitas yang akan dilakukan disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Manajemen waktu ini sederhananya seperti kamu membuat jadwal keseharian dengan menentukan skala prioritas mana yang sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu.

Nah, apabila kamu menjadi mahasiswa yang aktif pada bidang nonakademik otomatis kegiatan kamu pun turut bertambah. Maka dari itu, mau tidak mau kamu harus bisa disiplin dan memaksimalkan waktu yang kamu punya supaya efektif dan efisien.

2. Memperluas Relasi

Relasi termasuk salah satu aspek penting. Dengan kamu mengikuti berbagai macam kegiatan diluar perkuliahan atau bidang nonakademik, tentunya nanti kamu akan banyak bertemu dengan orang-orang baru mulai dari lintas jurusan hingga lintas angkatan bahkan lintas kampus.

Selain itu, relasi juga kemungkinan akan membantu kamu saat mencari pekerjaan atau informasi seputar lowongan pekerjaan.

3. Menguasai Skill Baru

Ketika kamu terjun ke dalam kegiatan-kegiatan nonakademik tentunya akan semakin terdorong untuk menguasai beragam skill baru. Sebagai contoh, karena terdiri dari banyaknya anggota yang bergabung disana kamu akan terus belajar untuk mengasah skill komunikasi supaya dapat berkomunikasi secara baik dengan lawan bicara. Tidak hanya itu, kamu juga akan jauh lebih percaya diri serta mengasah skill kepemimpinan.

Oleh karena itu, pentingnya untuk senantiasa belajar dan mengembangkan skill-skill tertentu karena akan sangat berguna dan menambah value kita dimata orang lain atau perusahaan saat mencari pekerjaan kelak.

4. Mempunyai Banyak Pengalaman

Bermacam-macam kegiatan atau acara biasanya seringkali dilakukan oleh organisasi kampus seperti dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau organisasi serta himpunan lainnya. Jika kamu berkesempatan menjadi panitia akan banyak sekali pengalaman dan juga ilmu baru yang didapat apalagi kalau ikut terjun secara langsung berhadapan dengan situasi aslinya dilapangan seperti apa.

Terlepas dari itu semua, setiap mahasiswa tentu memiliki karakter dan tujuannya masing-masing saat menempuh studi di kampus serta tidak akan pernah luput juga dari yang namanya kelebihan maupun kekurangan. Akan tetapi, yang menjadi poin paling penting disini adalah bagaimana kamu sebagai mahasiswa bisa mengelola waktu secara baik sehingga kuliah bisa cepat selesai sesuai target dengan hasil maksimal, serta kegiatan lain pun tetap bisa berjalan lancar tanpa adanya sebuah gangguan.

Mungkin memang betul ada baiknya jika menjadi mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan. Namun, apabila kamu merasa tidak nyaman akan hal itu, menjadi mahasiswa “Kupu-Kupu” pun tidak salah asalkan tetap semangat dan buktikan kalau pulangmu itu bermanfaat.